Resmi, Novel Baswedan Ajukan Praperadilan

1085

Tim advokasi anti kriminalitas (Taktis) sebagai kuasa hukum dari Novel Baswedan hari ini, Senin (4/5) mendaftarkan permohonan praperadilan atas penangkapan dan penahanan yang dilakukan oleh Kepolisian RI yang dilakukan pada 1 Mei 2015.

Salah satu alasannya ialah daluarsanya Surat Perintah penangkapan, dimana Surat Perintah Penangkapan dikeluarkan pada tanggal 24 April 2015 sedangkan penangkapan baru dilakukan pada tanggal 1 Mei 2015.

“Surat penangkapan 24 April tapi baru ditangkap 1 Mei. Itu menimbulkan pertanyaan tujuan dari penangkapan itu untuk apa. Padahal sebelumnya komunikasi Kabarekrim dengan novel baik-baik saja. Apakah lazim ditangkap dan ditahan malam-malam, hal tersebut sudah melanggar peraturan internal polri sendiri,” ujar Muji Kartika, kuasa hukum Novel.

portal PA Bima

Selain itu, menurut Muji terdapat pembangkangan yang dilakukan oleh Kabarekrim. “Fakta yang terjadi apa yang diperintakan oleh Presiden dan Kaporli berbeda dengan Kabareksirm menunjukan adanya pembangkangan. Sehingga Kapolri seharusnya melakukan penindakan,” tambahnya.

Permohonan praperadilan dengan Nomor Register Perkara 37/pid.prap/2015 PN Jaksel ini meminta agar menyatakan tidak sah penangkapan dan penahanan atas Novel Badwedan. Selain itu juga meminta agar termohon melakukan audit kinerja penyidik dalam penahanan kasus Novel.

“Kasus Novel ini harus momentum kepolisian untuk mereformasi dirinya senditi. Audit internal dilakukan oleh Kaporli atau diatasnya. Presiden harus melakukan pengawasan terhadap audit tersebut,” tambahnya.

TAKTIS juga meminta hakim agar menghukum termohon membayar ganti kerugian sebesar Rp1 dan meminta maaf kepada Novel dan keluarga. “Meminta kepolisian meminta maaf kepada Novel atas penangkapan dan penahanan yang tidak sah diatas baliho besar yang dipajang di Mabes Polri menghadap ke jalan,” tutupnya.

Berdasarkan rilis dari Taktis, penangkapan yang dilakukan oleh Polri bukan bertujuan untuk penegakan hukum. Hal tersebut didasarkan fakta-fakta yaitu kasus yang dijadikan dasar penahanan dan penangkapan berdasarkan pasal 351 ayat (1) dan (3) KUHP. Sedangkan dasar dalam melakukan penangkapan yaitu Surat Perintah Penyidikan lain yang memuat Pasal berbeda, yaitu pasal 351 ayat (2) dan Pasal 442 jo Pasal 52 KUHP.

Selain itu juga terdapat kejanggalan dari Surat Perintah Penangkapan dan Penahanan, yaitu salah satu dasar dari Surat Perintah Penangkapan dan Penahanan ialah Surat Perintah Kabareskrim No. Sprin/1432/Um/IV/2015/Bareskrim tertanggal 20 April 2015. “Hal ini tidak lazim karena dasar menangkap-menahan adalah Surat Perintah Penyidikan. Kabareskrim bukan bagian dari penyidik yang dirunjuk untuk melakukan penyidikan. Hal ini menunkukan Kabareskrim telah melakukan intervensi terhadap independensi penyidik terkait kebijakan penyidikan yaitu penangkapan dan penahanan,” ujarnya

Selain itu, menurutnya terdapat kebohongan yang dilakukan oleh Mabes Polri untuk menutupi fakta-fakta yang ada. Sehingga hal tersebut bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabiltas dalam setiap proses penyidikan.

TAKTIS juga berasumsi perbedaan antara perintah Presiden dan pernyataan Kapolri berarti selain adanya pembangkangan juga Direktur Tindak Pindana Umim yang membawahi penyidik lebih mendengarkan perintah Kabareskrim dibanding Kapolri dan Presiden.

Untuk diketahui Novel Baswedan ditangkap di rumahnya dini hari tadi, pukul 00.20 WIB di di kawasan Kalapa Gading, Jakarta Utara. Sekitar pukul 12.00 Novel ditahan di markas Brimob Kelapa Dua, Depok.

Terpisah, Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso tidak berkeberatan atas pengajuan gugatan praperadilan pihak penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan di PN Jakarta Selatan.

“Itu hak Novel untuk praperadilan, nggak masalah. Silakan kalau mau dipraperadilankan. Nanti akan diuji di praperadilan. Nanti prosesnya akan kita lihat, jangan berandai-andai,” kata Waseso, di Mabes Polri, Jakarta, Senin.

Ia pun memastikan bahwa anak buahnya telah menangani kasus Novel secara objektif dan profesional. “Iya dong, objektif dan profesional, pastilah,” tegasnya.

 

sumber┬áhttp://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5547e951e6e03/resmi–novel-baswedan-ajukan-praperadilan