Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Bandung | Badilag.net

Ketua Kamar Pembinaan MA RI, Prof. Dr. H. Takdir Rahmadi, S.H., LL.M., menekankan pentingnya mediasi dijalankan secara serius oleh hakim mediator di peradilan agama dan pengadilan negeri seluruh Indonesia.

“Saya berharap betul agar mediasi dijalankan secara serius oleh para hakim mediator,” ucap Prof  Takdir Rahmadi ketika memberikan pembinaan di Pengadilan Agama Bandung, Kamis (19/3/2015).

portal PA Bima

Ketua Kamar Pembinaan juga menyebut pentingnya peran pimpinan dalam menyukseskan mediasi. “Saya contohkan, di salah satu pengadilan ada yang ruang mediasinya ditutup. Ini karena pimpinan pengadilannya tidak peduli dengan mediasi. Itu tidak boleh terjadi,” katanya.

Prof Takdir lebih lanjut menyinggung penegakkan sistem reward dan punishment dalam program mediasi. Menurutnya, meskipun bentuk insentif bagi hakim mediator yang sukses nanti bukan berbentuk finansial, Mahkamah Agung serius akan memberikan reward di antaranya terkait dengan promosi dan mutasi.

“Meskipun demikian, mediasi ini kan sesuai dengan ajaran Islam yakni Ishlah. Saya berharap Bapak Ibu ikhlas menjalankan mediasi ini. Mari kita masukkan nilai-nilai perdamaian itu kepada masyarakat pencari keadilan,” pesan Prof Takdir.

“jadi, mari kita lakukan mediasi ini dengan ikhlas, jalankan dengan serius dan penuh dedikasi, dan laporkan hasilnya kepada pimpinan di PTA dan Ditjen Badilag,” katanya lagi.

Sembilan Pengadilan Agama Percontohan Mediasi

Ketua Kamar Pembinaan yang juga merupakan Ketua Harian Pokja Mediasi MA mengunjungi PA Bandung sebagai salah satu rangkaian kunjungan sekaligus sosialisasi ke pengadilan percontohan mediasi.

Sebagaimana diketahui, Ketua MA pada tanggal 18 Februari 2015 mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 24/KMA/SK/II/2015 tentang Penunjukkan Pengadilan Percontohan 2014-2015 Mengenai Penyelesaian Sengketa Melalui Proses Mediasi.

Ada sembilan pengadilan negeri dan sembilan pengadilan agama yang dijadikan sebagai pengadilan percontohan berdasarkan SK KMA tersebut. Untuk lingkungan peradilan agama, kesembilan pengadilan tersebut adalah PA Jakarta Pusat, PA Jakarta Selatan, PA Jakarta Utara, PA Tigaraksa, PA Selong, PA Cibinong, PA Depok, PA Cianjur dan PA Bandung.

Kunjungan dan sosialisasi ke sembilan pengadilan agama percontohan sudah dilakukan oleh Tim Pokja Mediasi sejak medio Februari 2015 lalu. Kunjungan ke PA Bandung merupakan kunjungan terakhir di antara kesembilan PA tersebut.

11006462_10205292647388610_14924560079809878_n

Akan tetapi, kunjungan Tim Pokja Mediasi ke pengadilan percontohan direncanakan akan dilakukan secara reguler. Coaching administrasi, pelaporan dan diskusi tentang permasalahan yang muncul adalah beberapa hal yang menjadi bahasan dalam kunjungan.

Usai memberikan pengarahan di PA Bandung pada jam 9.00 WIB., Ketua Kamar Pembinaan, Prof Takdir,  kemudian meluncur ke PN Bandung untuk melakukan pembinaan.

Di akhir acara, Ketua Kamar Pembinaan mengucapkan terima kasih atas dukungan para ketua pengadilan agama percontohan mediasi dan juga jajaran hakim dan para pejabat pengadilan lainnya yang bekerja keras menyukseskan mediasi di pengadilan.

Ikut dalam rombongan Ketua Kamar Pembinaan adalah perwakilan AIPJ (Nisa Istiani, Yura Pratama, Dede Chandra) dan Beberapa anggota Pokja Mediasi seperti Nunung Wirdyaningsih, Eddy Wibowo, Rahmat Arijaya dan Achmad Cholil.

(Achmad Cholil)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.